Lpkiukiu.com ~ Pernahkah Anda menyadari bahwa kebanyakan pria cenderung berperut buncit tatkala sudah menikah? Mengapa bisa demikian? Apa alasannya?
Menurut ahli gizi yang juga doktor pada disiplin ilmu kesehatan pangan di Universitas Indonesia (UI), dr. Inge Permadhi, kecenderungan perut pria menjadi buncit setelah menikah banyak disebabkan oleh asupan makanan dan pola istirahat yang tidak teratur. Beban kerja tinggi ditambah dengan tanggung jawab sebagai kepala keluarga kerap membuat pria mengesampingkan pola hidup sehat.
“Akibatnya, makan dianggap tidak lebih dari sekedar penawar rasa lapar, bukan sumber energi dan asupan nutrisi. Tidak heran jika banyak ditemui kebiasaan makan makanan enak dalam jumlah besar oleh para pria berkeluarga,” jelas dr. Inge seraya menambahkan bahwa makanan lezat selalu dianggap sebagai obat pelipur lara di tengah tingginya tingkat stres akan beban hidup.
Menurut ahli gizi yang juga doktor pada disiplin ilmu kesehatan pangan di Universitas Indonesia (UI), dr. Inge Permadhi, kecenderungan perut pria menjadi buncit setelah menikah banyak disebabkan oleh asupan makanan dan pola istirahat yang tidak teratur. Beban kerja tinggi ditambah dengan tanggung jawab sebagai kepala keluarga kerap membuat pria mengesampingkan pola hidup sehat.
“Akibatnya, makan dianggap tidak lebih dari sekedar penawar rasa lapar, bukan sumber energi dan asupan nutrisi. Tidak heran jika banyak ditemui kebiasaan makan makanan enak dalam jumlah besar oleh para pria berkeluarga,” jelas dr. Inge seraya menambahkan bahwa makanan lezat selalu dianggap sebagai obat pelipur lara di tengah tingginya tingkat stres akan beban hidup.
Di sisi lain, para pria yang telah berkeluarga cukup banyak yang enggan berolahraga seraca teratur. Sehingga, tumpukan lemak dari makanan yang dikonsumsi terkumpul di satu titik, yaitu perut. Dokter Inge menambahkan bahwa pria memiliki banyak lemak di bagian perut ke atas. Maka tak heran, perut pria menjadi terlihat gemuk daripada bagian tubuh lainnya.
“Pada tubuh manusia terdapat sel-sel lemak yang mudah berubah atau bertambah banyak ketika makannya tidak terkontrol. Pada pria kebanyakan lemak berada bagian perut ke atas. Sedangkan wanita bagian pinggul ke bawah. Hal tersebut menyebabkan model atau bentuk kegemukan pada wanita dan pria berbeda,” terang dr. Inge.
Tak hanya soal asupan makanan, ternyata penambahan usia juga turut ambil bagian dalam proses bertambahnya volume perut. Alasannya, metabolisme tubuh yang sudah tua tidak bisa bekerja lebih cepat, sehingga lemak-lemak menumpuk di perut. Itulah mengapa aktif bergerak, sekadar olahraga ringan, sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap hari secara teratur guna menjaga metabolisme tubuh tetap berada dalam kadar terbaiknya.
“Pada tubuh manusia terdapat sel-sel lemak yang mudah berubah atau bertambah banyak ketika makannya tidak terkontrol. Pada pria kebanyakan lemak berada bagian perut ke atas. Sedangkan wanita bagian pinggul ke bawah. Hal tersebut menyebabkan model atau bentuk kegemukan pada wanita dan pria berbeda,” terang dr. Inge.
Tak hanya soal asupan makanan, ternyata penambahan usia juga turut ambil bagian dalam proses bertambahnya volume perut. Alasannya, metabolisme tubuh yang sudah tua tidak bisa bekerja lebih cepat, sehingga lemak-lemak menumpuk di perut. Itulah mengapa aktif bergerak, sekadar olahraga ringan, sangat dianjurkan untuk dilakukan setiap hari secara teratur guna menjaga metabolisme tubuh tetap berada dalam kadar terbaiknya.
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon